Oleh: Labschool UPI Tanggal: 15-Nov-2019

FOCUS GROUP DISCUSSION BPS LABSCHOOL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA DENGAN YAYASAN LABSCHOOL UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Badan Penyelenggara Sekolah (BPS) labschool UPI menghadiri undangan Focus Grup Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh yayasan labschool Undiksha pada jum’at 8 November 2019 di aula yayasan labschool Undiksha, Singaraja Bali. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor UPI bidang Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi, kepala BPS labschool UPI, tim pengembang BPS labschool UPI, staf BPS labschool UPI, Wakil Rektor bidang akademik dan kerjasama, Direktur labschool Undiksha, Ketua yayasan labschool Undiksha, perwakilan guru dan staf labschool Undiksha.

Acara dibuka oleh sambutan Wakil Rektor Undiksha bidang akademik dan kerjasama yaitu Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I, kemudian sambutan dari Direktur labschool Undiksha yaitu Dr. I Ketut Gading, M.Psi, dilanjutkan sambutan dari Wakil Rektor UPI bidang Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi Prof. Dr. H. Aim Abdulkarim, M. Pd. Dan yang terakhir adalah sambutan dari kepala BPS labschool UPI Dr. Prayoga Bestari, M. Si.

Persoalan yang dibahas pada acara FGD kali ini tentang pengelolaan labschool terkait tanggung jawab universitas dalam hal tata kelola keuangan manajemen guru dan pemahaman persepsi mengenai posisi labschool di universitas terutama LPTK. Keinginan dari tim labschool UPI yang diutarakan oleh kepala BPS berkaitan dengan sikap, status, yayasan, SK guru dan ketetapan gaji dari rektor universitas. Hal yang disorot juga mengenai anggaran yang diserahkan ke pihak universitas jika seluruhnya diserahkan ke labschool maka labschool akan “mati” karena berbeda pencairan karena menurutnya universitas menggunakan tahun anggaran sedangkan sekolah menggunakan tahun ajaran. Kemudian terkait posisi wakil rektor terhadap labschool Undiksha yang ditanyakan oleh tim pengembang BPS yaitu Dr. Asep Suryana, M. Pd dijawab oleh wakil rektor bidang akademik dan kerjasama Undiksha yaitu Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I bahwa belum ada strukutur jelas terkait struktur dan dahulu ada kewajiban dosen muda harus mengajar di labschool. Menurut Direktur labschool Undiksha yaitu Dr. I Ketut Gading, M.Psi, labschool sebagai lab keguruan yang dikelola oleh yayasan. Dalam pengelolaan manajerial posisi rektor sebagai pembina kemudian dalam yayasan dipimpin oleh ketua yang dibantu oleh wakil ketua, sekretaris dan bendahara. Kemudian ada juga tim pengawas yang terdiri dari 3 orang. Sedangkan dalam pengelolaan akademik direktur membawahi SD, SMP dan SMA. Status tenaga pendidik yaitu guru terdiri dari yayasan dan honorer dengan ketentuan rekrutmen guru yaitu diharuskan melaksanakan magang selama satu tahun baru kemudian diangkat menjadi pegawai tetap. Labshool Undiksha memiliki 5 program unggulan diantaranyanya adalah pengembangan SDM, Pengembangan kualitas pembelajaran (pelatihan awal semester), pengembangan kesejahteraan (evaluasi kesejahteraan), Pengembangan ceria (cerdas, integritas, adaptif) dan sekolah berstandar nasional plus. Kemudian wakil rektor UPI bidang Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi yaitu Prof. Dr. H. Aim Abdulkarim, M. Pd mengutarakan bahwa di UPI belum ada struktur yang jelas mengenai posisi labschool dan hal itu perlu dikeluarkannya peraturan Rektor. Lalu harus ada harus ada komitmen bersama diantara LPTK terkait labschool dalam memikirkan seperti apa pengelolaan lasbschool supaya bisa selaras dengan universitas. (Estu Supriyadi)